_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"wizamisasi.com","urls":{"Home":"https://wizamisasi.com","Category":"https://wizamisasi.com/category/bisnis/","Archive":"https://wizamisasi.com/2016/12/","Post":"https://wizamisasi.com/cara-membuat-jelly-art/","Page":"https://wizamisasi.com/kontak-admin/","Attachment":"https://wizamisasi.com/cara-membuat-slime/membuat-slime-dari-bedak-bayi/","Nav_menu_item":"https://wizamisasi.com/1852/","Feedback":"https://wizamisasi.com/?post_type=feedback&p=2020"}}_ap_ufee

Yuk, Cari Tahu Sejarah Awal Mula Terbentuknya Kaos Gildan

Siapa sih yang tak kenal Gildan. Merek t-shirt polos yang fenomenal ini ramai menjadi perbincangan tanah air pada 3 tahun terakhir. Tingginya pasokan pasar akan kaos polos yang konon terjamin kontrol kualitasnya ini membuat banyak pensupply kaos oblong baru bermunculan dan mencoba peraduan. Apalagi saat Gildan mulai secara resmi merekrut distributor resminya di Indonesia.

Sebagai produsen t-shirt polos dengan materal katun alami murni, Kaos Polos Gildan mampu menunjukkan kemapanannya hingga saat ini. Dengan berbagai jenis produk yang ditawarkan, Gildan mampu menjadi pengendali pasar dan mengalahkan produsen t-shirt oblong lokal.

Kini tak jarang dari kita yang bertanya-tanya, bagaimana sih sebenarnya awal mula perjuangan Gildan, sehingga bisa menjadi raksasa perusahaan kaos polos? Berikut ini adalah cerita bagaimana Merk Gildan mampu menembus pasar dunia dan menjadi merk terbaik produsen t-shirt polos saat ini.

Awal Pendirian Perusahaan

Gildan dirintis pertama kali pada tahun 1984 oleh Glenn dan Greg Chamandy. Mereka berdua mulai memulai bisnis ini dengan mengakuisisi sebuah pabrik industri pakaian di Montreal, Canada. Tadinya, tujuan utama pendirian Gildan saat itu adalah untuk menjadi pemasok t-shirt kepada anak perusahaannya, Harley Inc.

Mulai Fokus Pada Industri Pakaian

Namun sayangnya Harley Inc ditutup pada tahun 1994. Hal ini disebabkan Gildan ingin memfokuskan usahanya pada pengembangan usaha dengan brand Gildan Activewear. Lalu pada tahun 1997, Gildan membuka sebuah pabrik garmen di daerah San Pedro Sula, Honduras.

Hebatnya, pada tahun tersebut, Gildan menjadi produsen activewear grosiran pertama yang meraih standar sertifikasi Internasional. Sertifikasi tersebut meliputi penilaian spesifikasi seragam standar untuk industri tekstil. Sertifikasi tersebut juga memastikan bahwa proses dan produksi akhir Gildan telah diuji mengandung jumlah zat berbahaya yang lebih rendah dari standar yang ditetapkan dunia.

Dalam aktifitas produksinya , Gildan menetapkan sistem proses produksi yang ramah lingkungan. Seperti sistem pengelolaan limbah yang diterapkan di Honduras dan Republik Dominika. Di negara tersebut, Gildan memanfaatkan manajemen limbah biologis yang dikombinasikan dengan mikroorganisme dan gravitasi.

Dengan teknologi mutakhir berupa pemanfaatan sinar matahari, sistem produksi yang dilakukan pun bisa memperkecil kemungkinan sisa bahan kimia jahat dan pewarna limbah. Dengan demikian, ekosistem di lokasi setempat pun tetap stabil, sehingga tidak merugikan lingkungan di sekitarnya.

Menjadi Nomor Satu di Amerika

Seiring berkembangnya perusahaan, Gildan kemudian semakin memperkuat sistemnya. Dalam aktifitas usahanya, perusahaan ini menerapkan teknologi canggih dan mengkombinasikannya dengan cost yang ditekan sehingga memungkinkan untuk menurunkan harga jual di bawah produsen Tiongkok. Padahal tiongkok terkenal dengan harga produknya yang selalu termurah di seantero muka bumi.

Namun di sisi lain, Gildan juga dinilai sangat peduli akan kesejahteraan pegawainya sehingga memberikan layanan kepada pekerjanya berupa fasilitas klinik kesehatan di lingkungan perusahaan. Sistem manajemen pabrik yang terintegrasi secara vertikal ini membuat kepercayaan publik semakin menguat.

Tak lama kemudian pada tahun 2001, perusahaan dengan jumlah pekerja yang mencapai 1.200 karyawan pada saat itu mendapat predikat sebagai vendor kaos polos nomor satu di Amerika Serikat.

Ekspansi Pabrik dan Diversifikasi Produk

Setelah menjadi nomor satu di Amerika, Gildan pun mulai melakukan ekspansi keluar benua. Pembenahan dan upgrading kapasitas pun dilakukan. Dalam kegiatan produksinya tersebut, Gildan mulai melakukan seluruh prosesnya secara mandiri. Mulai dari penjahitan, pewarnaan, pemotongan sampai proses finishing pun dilakukan di pabriknya sendiri.

Ekspansi perusahaan pun dilakukan pada tahun-tahun berikutnya. Setelah membuka pabrik di Rico Nance, Honduras, Gildan membuka cabang pabrik lagi di Nicaragua dan Republik Dominika. Sedangkan pusat distribusi yang dipilih adalah di Charleston, Carolina Selatan. Charleston dipilih karena dianggap paling strategis dan mudah diakses dimana-mana.

Berbagai macam produk dengan bahan dan model baru pun diciptakan. Diantaranya dengan meluncurkan kaos dengan bahan ringer, heavy, ultra dan premium. Selain itu, Gildan juga mulai memproduksi pakaian lain seperti sport shirts, tye dye, fleece dan sweater. Perusahaan ini pun melahirkan beberapa anak merk / label pribadi, diantaranya Gold Toe, Auro, All Pro, dan Gildan.

Merambah Asia-Eropa dan Menjadi Raksasa

Gildan pun tumbuh semakin kuat. Pada tahun 2010, Gildan menginvestasikan sebesar US$ 15 juta dengan melakukan investasi pada Shahriyar Fabric Industries Limited, Bangladesh. Bangladesh sengaja dipilih karena merupakan salah satu eksportir tekstil terbaik di dunia. Selain itu, ekspansi di Bangladesh dilakukan sebagai salah satu kontribusi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Asia dan Eropa.

Pada Tahun 2011, Gildan membeli Gold Toe Moretz, salah satu produsen kaos kaki yang berpusat di Carolina Utara. Lalu di tahun 2012 Gildan semakin memperluas usahanya dengan membeli perusahaan besar Anvil Holdings Inc. Perusahaan tersebut merupakan produsen pakaian yang telah berkiprah dalam industri pakaian selama lebih dari 130 tahun.

 

 

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: