_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"wizamisasi.com","urls":{"Home":"https://wizamisasi.com","Category":"https://wizamisasi.com/category/bisnis/","Archive":"https://wizamisasi.com/2016/12/","Post":"https://wizamisasi.com/cara-membuat-jelly-art/","Page":"https://wizamisasi.com/kontak-admin/","Attachment":"https://wizamisasi.com/cara-membuat-slime/membuat-slime-dari-bedak-bayi/","Nav_menu_item":"https://wizamisasi.com/1852/","Feedback":"https://wizamisasi.com/?post_type=feedback&p=2020"}}_ap_ufee

Struktur Matahari Secara Lengkap Beserta Gambarnya

STRUKTUR MATAHARI – Sang bintang pelita kehidupan bumi ini merupakan salah satu bintang alam semesta yang menjadi pusat dari tata surya bimasakti. Matahari mempunyai struktur berupa gas yang menyerupai bola api raksasa. Walaupun matahari terusun oleh gas panas, namun kerapatan matahari akan lebih berbeda jika dilihat dari inti sampai dengan bagian terluarnya.

Inti Matahari memiliki kerapatan sekitar 150gr/cm3 sedangkan pada lapisan luarnya, yakni Korona memliki kerapatan 1×10 -15 gram cm3. Tidak dapat diketahui secara pasti bagaimana penyeberangan suhu pada matahari. Suhu pada inti matahari sangatlah tinggi hingga mencapai 15 juta derajat kelvin, sementara itu pada bagian fotosfer atau lapisan permukaan bumi turun menjadi 6000 derajat Kelvin.

Pada lapisan matahari paling luar, Korona memilihi suhu yang meningkat drastis hingga 2 juta derajat Kelvin. Para ilmuwan masih meneliti sebuah mitos tentang perbedaaan variasi suhu serta kerapatan pada bagian matahari dengan berbagai kajian penelitian dan instrumen.

1. Inti Matahari

Inti Matahari

infinity-imagined.tumblr.com

Inti matahari merupakan sumber energi utama yang tersusun atas dua sifat yakni terjadinya suatu kondisi reaksi nuklir. Inti matahari terdiri atas elektron, proton, neutron dan atom yang saling berpadu membentuk inti plasma matahari. Gerakkan atom yang berkombinasi tersebut menghasilkan reaksi fusi nuklir untuk menyediakan energi matahari.

2. Zona Radiasi

Zona radiasi

id.anawalls.com

Zona ini merupakan wilayah luar inti matahari yang berguna sebagai tempat transformasi energi dari inti matahari ke seluruh permukaan matahari. Zona radiasi memiliki suhu yang sedikit lebih rendah dibandingkan inti matahari. Energi matahari dalam zona radiasi akan disebarkan secara acak menuju ke segala penjuru arah dari atom ke atom yang lain. Setidaknya dibutuhkan 170 ribu tahun untuk melepaskan energi pada inti matahari agar dapat mencapai zona radiasi.

3. Zona Konveksi

Zona Konveksi Matahari

howws.com

Pada zona ini, panas matahari akan melakukan sebuah mekanisme baru untuk mencapai pada permukaan matahari. Hal ini dikarenakan suhu zona luar konveksi turun drastis menjadi sekitar 2 juta derajat Kelvin dibandingkan zona radiasi bagian dalam yang mencapai 5 juta derajat Kelvin. Pada zona ini juga energi panas dari matahari akan disalurkan lebih cepat dibandingkan zona radiasi.

4. Fotosfer

Fotosfer Matahari

suryosumirat.blogspot.com

Lapisan ini merupakan salah satu bagian dari permukaan matahari yang dapat kita amati dengan bantuan media teleskop. Suhu di dalam fotosfer berkisar mulai dari 5.800 derajat Kelvin. Energi yang dihasilkan dari Fotosfer sebagian besar cahayanya diterima oleh Bumi. Cahaya matahari dari fotosfer menuju Bumi hanya membutuhkan waktu 8 menit.

5. Sunspot/Bintik Matahari

Bintik Matahari

jpl.nasa.gov

Jika kita amati dengan teleskop, bintik matahari seringkali terlihat seperti titik putih dan hitam. Bintik matahari merupakan daerah yang memiliki suhu lebih rendah jika dibandingkan fotosfer yakni sekitar 2800 derajat Kelvin. Bintik hitam biasanya terjadi dalam beberapa waktu yang tidak beraturan, misal bisa satu hari, dua hari atau maksimal 11 bulan.

6. Kromosfer

Kromosfer Matahari

sridianti.com

Kromosfer memiliki ketebalan sekitar 2.000 meter dengan posisinya yang berada di atas lapisan fotosfer. Energi dalam kromosfer terus menyebar seiring dengan radiasi dan warna kemerahan yang selalu dipancarkan .

7. Zona Transisi

 Zona Transisi Matahari

topwalls.net

Suhu pada zona transisi cenderung naik drastis hingga mencapai 2 juta derajat Kelvin. Zona ini juga memiliki ketebalan sekitar 100 km. Para ilmuwan masih menyelidiki apa sebab dari suhu matahari yang cenderung meningkat di luar permukaan inti.

8. Korona

 Korona Matahari

astro-event.blogspot.com

Korona merupakan lapisan terluar matahari. Lapisan ini terlihat seperti mahkota dalam gerhana matahari. Partikel korona dapat mengganggu kehidupan di bumi jika paertikel tersebut mencapai orbit bumi. Jika terjadi gerhana matahari, korona akan terlihat sangat tipis dan samar-samar . Terkait : Alasan Mengapa Militer Indonesia Selalu Disegani oleh Dunia Sejak Dulu 7 Foto Menggemaskan dari Jenis – Jenis Hamster Paling Mahal di Dunia Rumah Unik di Dunia Ini Akan Membuatmu Berdecak Kagum

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: