_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"wizamisasi.com","urls":{"Home":"https://wizamisasi.com","Category":"https://wizamisasi.com/category/bisnis/","Archive":"https://wizamisasi.com/2016/12/","Post":"https://wizamisasi.com/cara-membuat-jelly-art/","Page":"https://wizamisasi.com/kontak-admin/","Attachment":"https://wizamisasi.com/cara-membuat-slime/membuat-slime-dari-bedak-bayi/","Nav_menu_item":"https://wizamisasi.com/1852/","Feedback":"https://wizamisasi.com/?post_type=feedback&p=2020"}}_ap_ufee

Perkembangan Mesin Jahit, Dari Dulu Hingga Saat Ini

Mesin jahit merupakan suatu peralatan elektromekanis dan mekanis yang berguna sebagai media menjahit pakaian. Sejarah jahit-menjahit ini bermula pada saat jarum diciptakan pada awal peradaban manusia.

Berbagai macam bahan dapat digunakan dalam membuat jarum, seperti batu, tulang, tembaga bahkan gading. Kulit hewan yang sudah ada kemudian dirajut oleh jarum kasar sehingga menjadi pakaian. Sementara itu otot hewan digunakan sebagai benangnya.

Jarum dari besi dibuat pertama kali pada abad ke-14. Di tahun 1755, seorang imigran Jerman berdomisili Inggris, Charles Weisenthal pertama kalinya membuat jarum yang dirancang oleh sebuah mesin.

Penemuan tersebut ia patenkan dan sempat disebut-sebut sebagai mesin jahit pertama.

Thomas Saint, salah seorang pembuat lemari ini memperoleh paten dari rancangan mesin jahit yang ia buat pada tahun 1790. Sebenarnya ciptaan Saint ini sedikit lebih modern daripada Weisenthal. Sayangnya, penemuan yang ia buat gagal dioperasikan.

Pada tahun 1810, hal senasib juga dialami oleh Bathasar Krems, seorang pria Jerman yang menciptakan mesin jahit topi.

Singkat cerita, pada tahun 1830 terdapat sebuah mesin jahit pertama kali yang dapat dijalankan dengan baik, yakni mesin jahit buatan asal pria berkebangsaan Prancis, Barthelemy Thimonnier.

Mesin jahit ini hanya menggunakan satu benang saja. Didukung dengan jarum bordir dan sulam didalamnya. Naas, temuan tersebut tidak disambut oleh baik masyarakat.

Sampai-sampai Barthelemy nyaris terbunuh tatkala sejumlah buruh penjahit membumi hanguskan pabrik garmen miliknya. Usut punya usut, mereka sengaja membakar pabrik tersebut karena takut tersaingi dan khawatir banyak pengangguran akibat mesin jahit ciptaannya.

Puncak penemuan mesin jahit ini mulai berkembang di Amerika Serikat, tepatnya pada tahun 1846. Kala itu, Elias Howe sukses menciptakan mesin jahit yang beroperasi dengan dua benang saling berlawanan arah dan jarum berlubang di bagian ujungnya.

Mesin Jahit

debbieshore.tv

Setelah penemuan tersebut, Howe mulai terlibat dalam mempertahankan hak paten ciptaannya agar semakin mempemudah proses penjualan mesin jahitnya. Setelah bejuang selama sembilan tahun, akhirnya ia berhasil mendapatkan hak paten mesin jahitnya.

Kini, penemuan Elias Howe tersebut telah menginspirasi beragam varian mesin jahit yang sedang nge-trend di pasaran. Salah satunya adalah jual mesin jahit mini portable. Mesin jahit ini praktis dan berukuran mini, sehingga mudah untuk dibawa kemana pun.

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: