_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"wizamisasi.com","urls":{"Home":"https://wizamisasi.com","Category":"https://wizamisasi.com/category/bisnis/","Archive":"https://wizamisasi.com/2016/12/","Post":"https://wizamisasi.com/cara-membuat-jelly-art/","Page":"https://wizamisasi.com/kontak-admin/","Attachment":"https://wizamisasi.com/cara-membuat-slime/membuat-slime-dari-bedak-bayi/","Nav_menu_item":"https://wizamisasi.com/1852/","Feedback":"https://wizamisasi.com/?post_type=feedback&p=2020"}}_ap_ufee

Perbedaan Nabi dan Rasul Menurut Islam

PERBEDAAN NABI DAN RASUL – Sebagai umat muslim, sudah menjadi kewajiban kita jika mengimani adanya Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah SWT. Selain itu, mempelajari perbedaan antara Nabi dan Rasul juga sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam proses pembelajaran. Karena dalam kehidupan sehari-sehari itulah, kita diperintahkan oleh Allah SWT. untuk senantiasa mensuri tauladani akhlak dari beliau, khususnya Rasulullah Muhammad SAW.

Ada yang beranggapan bahwa Nabi dan Rasul berjumlah 25. Namun hal ini bertentangan dengan hadits Turmudzi, di dalam hadits ini disebutkan ada sekitar 124.00 nabi dan 313 rasul. Hadits tersebut kuat karena shohih, sehingga tidak perlu dipertanyakan lagi kebenarannya. Namun dibalik banyaknya jumlah Nabi dan Rasul itu, Allah SWT. mewajibkan kita untuk mempelajari 25 nabi dan rasul saja. Apa saja nama-nama nabi tersebut? Ini dia liputannya.

  1. Nabi Adam a.s.
  2. Nabi Idris a.s.
  3. Nabi Nuh a.s.
  4. Nabi Hud a.s.
  5. Nabi Saleh a.s.
  6. Nabi Ibrahim a.s.
  7. Nabi Luth a.s.
  8. Nabi Ismail a.s.
  9. Nabi Ishaq a.s.
  10. Nabi Ya’qub a.s.
  11. Nabi Yusuf a.s.
  12. Nabi Ayub a.s.
  13. Nabi Syu’aib a.s.
  14. Nabi Musa a.s.
  15. Nabi Harun a.s.
  16. Nabi Zulkifli a.s.
  17. Nabi Daud a.s.
  18. Nabi Sulaiman a.s.
  19. Nabi Ilyas a.s.
  20. Nabi Ilyasa a.s.
  21. Nabi Yunus a.s.
  22. Nabi Zakaria a.s.
  23. Nabi Yahya a.s.
  24. Nabi Isa a.s.
  25. Nabi Muhammad SAW.

Pengertian Nabi dan Rasul

Kaligrafi Muhammad

Allahword.com

Dalam bahasa Arab, kata Nabi berasal dari kata Naba. Sehingga dapat diartikan bahwa nabi adalah seseorang yang telah diberi wahyu oleh Allah SWT. tanpa harus diperintahkan untuk menyampaikan risalah atau wahyu kepada umat manusia.

Berbeda halnya dengan Rasul yang berasal dari kata irsal yakni membimbing atau memberikan arahan dalam bahasa Arab. Dari pembahasan makna diatas, maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa Rasul adalah seorang Nabi yang diberikan wahyu oleh Allah SWT untuk menyampaikan wahyu kepada seluruh umat manusia.

Perbedaan Nabi dan Rasul

Gurun Sahara

addinkside.blogspot.com

Nabi

  • Nabi diberikan wahyu oleh Allah SWT untuk dirinya sendiri
  • Nabi memiliki tugas untuk menguatkan dan melanjutkan syariat Islam dari Rasul sebelumnya
  • Nabi diutus oleh Allah SWT. kepada kaum yang telah beriman
  • Nabi Ada’ as merupakan Nabi pertama yang diutus oleh Allah SWT.
  • Tiap Rasul adalah Nabi, namun tiap Nabi tidaklah Rasul
  • Nabi mendapatkan wahyu hanya melalui mimpi
  • Beberapa Nabi terdahulu sempat dibunuh oleh kaumnya sendiri

Rasul

  • Rasul diberikan wahyu oleh Allah SWT. untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia
  • Rasul diutus dengan membawa syari’at baru
  • Rasul diutus kepada kamu yang masih belum memeluk agama islam atau kafir
  • Nuh as. merupakan Rasul pertama yang diutus oleh Allah SWT.
  • Jumlah rasul lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah Nabi
  • Setiap Rasul ialah Nabi
  • Rasul dapat menerima wahyu dari Allah SWT. melalui mimpi bahkan melalui malaikat dengan cara berkomunikasi secara langsung.
  • Allah SWT. telah menyelamatkan seluruh Rasul yang ada di dunia ini dari semua percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh kaumnya sendiri

Ibnu Abil ‘Izz al Hanafi berpendapat bahwa perbedaan antara nabi dan rasul terdapat pada diberikannya perintah (wahyu) dari Allah SWT. Jika nabi tersebut diperintahkan untuk menyampaikan kabar gembira/syari’at baru kepada orang lain, maka dia dapat disebut sebagai seorang Nabi dan Rasul begitu pula sebaliknya. Karena setiap rasul adalah nabi namun tidak setiap nabi adalah seorang rasul. (Syarh ath Thahawiyah fii ‘Aqidah as Salaf hal 296)

One Response

  1. bukanrastaman 23 November 2015

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: