_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"wizamisasi.com","urls":{"Home":"https://wizamisasi.com","Category":"https://wizamisasi.com/category/bisnis/","Archive":"https://wizamisasi.com/2016/12/","Post":"https://wizamisasi.com/cara-membuat-jelly-art/","Page":"https://wizamisasi.com/kontak-admin/","Attachment":"https://wizamisasi.com/cara-membuat-slime/membuat-slime-dari-bedak-bayi/","Nav_menu_item":"https://wizamisasi.com/1852/","Feedback":"https://wizamisasi.com/?post_type=feedback&p=2020"}}_ap_ufee

Mengulik Cara Pembuatan Ikan Asin di Pasaran

Ikan asin merupakan salah satu lauk atau makanan berkomposisi daging ikan yang diawetkan dengan penambahan banyak garam. Metode ini sangatlah efektif untuk membantu pengawetan daging ikan agar bertahan dalam jangka waktu yang agak lama jika disimpan di dalam suhu kamar, meskipun terkadang harus ditutup secara rapat terlebih dahulu.

Selain bertahan lebih lama, daging yang telah diasinkan akan terhindar dari serangan serangga, baik itu lalat maupun berbagai renik perusak lainnya.

Beragam ikan asin murah berkualitas yang terjual di pasaran biasanya dikumpulkan dalam satu wadah berisi lautan garam pekat. Beberapa ikan besar umumnya dipotong-potong atau dibelah dulu supaya larutan garam tersebut cepat meresap ke sela-sela daging ikan.

Tingginya konsentrasi garam diiringi dengan cairan sel yang menyusut menyebabkan proses autolisi terhenti, sehingga petumbuhan bakteri akan terhambat di dalam daging ikan tersebut. Setelah semunya beres, barulah daging-daging ikan yang sudah direndam ini dijemur, untuk kemudian direbus dan difermentasi agar keawetannya meningkat.

Dibawah ini ada beberapa hal yang mempengaruhi tingkat kecepatan penetrasi garam yang masuk ke dalam tubuh ikan, yaitu:

1. Konsentrasi Garam

Semakin tinggi angka konsentrasi garam yang akan dipakai, maka akan semakin cepat pula proses larutnya garam ke dalam daging ikan. Mungkin akan lebih bagus lagi jika menggunakan garam berjenis kristal dalam mengasinkan.

2. Jenis Garam

Garam dapur murni mengandung NaCL sebesar 95%, berfungsi dalam menyerap dan menghasilkan ikan asin berkualitas. Lain dari pada itu, ada pula garam rakyat juga mengandung unsur kimia lain seperti Ca, Mg, senyawa sulfat bahkan bakteri lain yang mampu menghambat laju penetrasi garam. Sehingga rasa ikan menjadi tidak enak.

3. Ketebalan Daging Ikan

Jika daging ikan semakin tebal, maka proses pengasinan pun akan memakan waktu lebih lama bahkan harus membutuhkan garam banyak. Oleh karena itu, penting sekali ikan-ikan tersebut dibelah dulu atau diiris tipis-tipis agar garamnya dapat merasuk secara sempurna.

4. Kandungan Lemak dalam Daging Ikan

Kadar lemak tinggi yakni berkisar diantara 2%. Tentu hal tersebut akan memperlambat laju penetrasi garam ke dalam daging ikan.

5. Kesegaran Daging Ikan

Ikan yang sudah tidak segar lagi biasanya terlihat lebih lunak diiringi dengan keluarnya cairan tubuh. Sehingga langkah-langkah pengasinan menjadi lebih singkat. Akan tetapi, garam yang masuk terlalu banyak akan mengakibatkan ikan menjadi kaku dan terlalu asin.

6. Suhu Daging Ikan

Semakin tinggi suhu pada daging ikan, maka semakin cepat penetrasi garam yang masuk pada tubuh ikan.

Pengolahan ikan asin dengan metode tradisional terkadang masih mengandalkan bantuan sinar matahari dalam mempecepat pengeringan daging ikan agar tidak busuk. Permasalahannya, matahari tidak selalu bersinar cerah di setiap harinya. Misal, saat musim hujan dimana awan selalu mendung menutupi langit. Hal tersebut mengakibatkan ikan-ikan menjadi sulit untuk terawetkan.

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: