_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"wizamisasi.com","urls":{"Home":"https://wizamisasi.com","Category":"https://wizamisasi.com/category/bisnis/","Archive":"https://wizamisasi.com/2016/12/","Post":"https://wizamisasi.com/cara-membuat-jelly-art/","Page":"https://wizamisasi.com/kontak-admin/","Attachment":"https://wizamisasi.com/cara-membuat-slime/membuat-slime-dari-bedak-bayi/","Nav_menu_item":"https://wizamisasi.com/1852/","Feedback":"https://wizamisasi.com/?post_type=feedback&p=2020"}}_ap_ufee

10 Makanan Khas Papua yang Katanya Sih Unik tapi Bikin Ngiler

Papua merupakan provinsi terluas di Indonesia yang memiliki keanekaragaman suku dan kuliner khasnya . Di wilayah pesisir dan dataran rendah misalnya, sagu menjadi bahan pokok dalam berbagai makanan sehari-hari mereka. Tidak diragukan lagi apabila makanan khasnya pun juga mengandung sagu yang diolah dengan berbagai macam perpaduan. Unik tapi bikin ngiler, itulah yang tersirat jika kita melihat makanan khas Papua berikut ini.

1. Papeda

Papeda

1001resepnusantara.biz

Siapa sih yang nggak kenal sama makanan yang satu ini? Masyarakat Maluku khsususnya Papua Timur, biasanya mengkonsumsi papeda sebagai makanan pokok mereka sehari-hari.karena bahan sagu di tanah papua yang melimpah, papeda disulap menjadi makanan pokok yang mempunyai karbohidrat tinggi . Teksturnya yang hampir menyerupai lem berwarna putih, membuat papeda dikenal oleh masyarakat dengan sebutan bubur sagu. Rasa original dari makanan ini hambar. Biasanya masyarakat Papua menyajikan makanan papeda dengan lauk ikan yang sudah diolah menjadi makanan berkuah, seperti mubara dan tongkol kuah kuning

Baca Juga : Berkunjung ke Negri Jiran? Jangan Lewatkan 6 Makanan Khas Malaysia Ini

2. Martabak Sagu

Martabak Sagu

kabupatenfakfak.blogspot.com

Berbeda dengan martabak pada umumnya, martabak ini bahan dasarmya berupa sagu. Sebagai penambah rasa manis. saus gula merah dituangkan diatas sagu yang sedang digoreng. Tidak ada salahnya jika kamu berpergian jauh untuk mengunjungi Papua demi mencicipi makanan khas yang satu ini. Selain teksturnya unik, makanan asli kabupaten Fakfak ini memiliki cita rasa yang berbeda.

3. Sate Ulat Sagu

Sate Ulat Sagu

travel.detik.co

Agak ngeri juga kalo dengerin nama makanan satu ini. Bukan soal sudut tusuk satenya yang sangat lancip, tapi ini lebih mengarah kepada bahan utamanya yaitu ulat. Ulat sebesar jempol orang dewasa diambil dari pohon sagu yang sudah tua. Meskipun dengan bahan utama seperti itu, ternyata ulat sagu sudah dinobatkan jadi makanan khas Papua lho guys. Oleh karena itu, jangan lupa untuk menikmati sejenak makanan sate ulat ini khususnya buat kamu yang lagi piknik ke Raja Ampat.

4. Ikan Bakar Manokwari

Ikan Bakar Manokwari

hersays.com

Dari nama makanan itu sendiri kita sudah tahu kalo makanan ini asli dari kabupaten Manokwari. Cara penyajiannya terbilang cukup unik dan berbeda, mula-mula ikan tongkol bakar disiram dengan sambal merah. Lalu ditambahkan jeruk lemon yang berfungsi sebagai penghilang bau amis pada ikan. Perlu kita ketahui bahwa tongkol yang digunakan dalam ikan bakar ini harus berbobot kurang 450 gram, Lumayan besar bukan?

5. Ikan Bungkus

Ikan Bungkus

masfikr.com

Sekilas bentuknya memang mirip dengan ikan pepes pada umumnya. Hanya saja bahan dasarnya yang berbeda. Ikan laut dan daun talas digunakan sebagai pembungkus pada makanan ini. Untuk memberikan rasa asin, menggunakan garam lebih lebih efektif karena sekaligus sebagai penghilang getah daun talas yang digunakan.

Baca Juga : 5 Wisata Kuliner Sidoarjo Paling Populer Sepanjang Masa

6. Udang Selingkuh

Udang Selingkuh

rasiaziza.it.student.pens.ac.id

Usut punya usut, ternyata badan capit seperti kepiting itulah yang menjadi alasan mengapa makanan ini dinamakan udang selingkuh. Makanan khas ini populer di Wamena, Papua Barat. Udang selingkuh umumnya disajikan dengan berbagai macam saus seperti saus tiram, saus asam manis, saus padang dan saus mentega. Harga yang dipatok oleh penjual udang selingkuh lumayan mahal, yakni berkisar antara Rp. 80.000 s.d. Rp. 100.00/porsi. Meskipun begitu, dijamin kamu akan merasakan sensasi maknyus yang menggigit dari makanan ini.

7. Sagu Lempeng

Sagu Lempeng

wikimedia.org

Salah satu warisan dari camilan khas Indonesia timur yang tak kalah enaknya adalah sagu lempeng. Tidak hanya di Papua saja, di Maluku sagu lempeng kini sudah tersebar di beberapa warung angkringan sudut-sudut kota. Biasanya sagu lempeng disajikan sebagai cemilan pelengkap saat bersantai ditengah-tengah minuman kopi atau teh yang telah dihidangkan. Agar tampilannya semakin menarik, sagu lempeng yang biasanya berwarna kecoklatan sekarang dimodifikasi dengan menggunakan bahan pewarna alami yang tentunya tidak berbahaya bagi tubuh.

8. Sagu

 Sagu

wikimedia.org

Sagu sebenarnya hampir mirip dengan papeda, hanya saja papeda merupakan produk dari olahan bubur sagu. Dari pemrosesan batang rumbia, kamu bisa memperoleh sagu ini untuk dijadikan tepung sagu dalam pembuatan resep masakan. Tepung sagu ini kaya akan karbohidrat tinggi seperti halnya nasi yang kita makan sehari-hari. Sayangnya, gizi yang terkandung pada sagu sangatlah minim akibat kandungan pati dalam proses pannenya.

9. Aunu Senebre

Aunu Senebre

teruskan.com

Berbahan dasar dari ikan teri yang dipadu dengan irisan daun talas, aunu senebre ini memiliki tekstur agak basah. Rasa gurih pada aunu senebre sebenarnya berasal dari irisan daun talas itu sendiri. Masyarakat papua biasanya menyantap makanan ini dengan papeda atau umbi-umbian.

10. Bagea

Bagea

santhiserad.com

Oleh penduduk lokal Papua, kue sagu ini biasa disebut dengan bagea. Camilan ringan ini merupakan olahan dari tepung sagu yang berbentuk bulat dan berwarna cokelat pucat. Agak keras memang jika kita mengigit kue ini, namun bagea akan terasa lembek jika sudah masuk ke dalam mulut atau di celupkan dengan sedikit air.

2 Comments

  1. CARA.pro 26 September 2015
  2. Sekolah Kapal Pesiar Yogyakarta 8 Oktober 2016

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: