Rahasia Desainer Kampung Magelang yang Berpenghasilan Ratusan Dollar

Di sebuah desa bernama Kaliabu, Magelang terdapat ratusan pemuda yang memiliki profesi sambilan sebagai desainer grafis. Sehari-harinya mereka bekerja sebagai buruh tani, tukang kayu, beternak dan lain sebagainya. Namun tahukah anda? Bahwa ternyata karya mereka sudah mendunia dan berjuta pundi dollar sudah mereka kantongi.

Awalnya pada tahun 2012 di kampung ini hanya ada 2 desainer. Lambat laun saat ini sudah ada 250 desainer yang berkecimpung di kampung Kaliabu dengan latar belakang mereka yang berbeda. Ada yang berasal dari tukang batu, buruh tani dan karyawan pabrik. Siang hari, warga kaliabu melakukan aktifitasnya sehari-hari sebagai buruh tani.  Menjelang malam mereka melakukan aktifitas sambian sebagai kompetitor desainer logo skala Internasional. Kebanyakan para desainer logo tidak hafal dengan beberapa istilah dalam bidang grafis editing yang banyak sekali, yang mereka tau hanyalah maknanya saja. Misal pada logo perusahaan asuransi yang melekung dan membentuk seperti cakrawala diganti dengan makna lain yaitu “cleret”.

“Kalaupun ada yang meragukan kemampuan kami itu tidak masalah. Toh yang penting itu hasil karyanya, bukan latar belakang orangnya”

Tutur Fahmi Baehaqi, salah seorang desainer grafis.

Fahmi Baehaqi dipercaya oleh rekan-rekan setim desainernya sebagai perantara dari uang pengambilan hadiah kompetisi desain Internesional melalui virtual bank. Kebanyakan klien mereka berasal dari Amerika, Tiongkok dan Indonesia namun yang paling banyak adalah Australia. Sekitar pada tahun 2012 sampai pada tahun 2014, para desainer warga desa Kaliabung mendapatkan total penghasilan sekitar 6 Milyar. Fahmi Baehaqi sendiri sempat dicurigai oleh pihak Bank karena besarnya nominal yang masuk ke rekeningnya.

Seorang desainer, Khoirul Muhibin suatu hari dihubungi oleh kliennya dari Amerika. Pria yang akrab disapa dengan Kang Ibin ini kesulitan memahami bahasa Inggris, hingga akhirnya beliau berinisiatif untuk berkomunikasi melalui email agar klien tersebut tidak kesulitan memberikan penjelasan terhadap desain logo yang akan dibuat. Memang, bahasa Inggris menjadi faktor kendala utama yang dihadapi oleh desainer kampung ini. Beruntung, Google Translate dan Navita menyelamatkan para desainer saat berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Kang Ibin mengaku awalnya hanya mendapatkan sekitar delapan ribu hinggga lima belas ribu rupiah perharinya. Kang Ibin yang semula tidak bisa mengoperasikan komputer, kini ia bangga setelah hasil jerih payahnya terbayar tuntas ketika memenangkan kompetisi desain logo Internasional dengan total hadiah $450. Tentu ini menjadi motivasi tersendiri bagi para rekan-rekan desainer yang lain untuk memenangkan sebuah kontes desain.

Komunitas REWO-REWO - Desainer Kampung Magelang

kompas.com

Sama halnya dengan Abdul Bar. Pria yang dulunya bekerja sebagai sopir bis, kini mendulang pundi-pundi dollar dari bisnis desain logonya. Pertemuan Abdul Bar dengan seni desain logo bermula pada saat beliau sering pergi ke warnet di pagi hari seusai bekerja. Kala itu beliau pergi ke warnet bukan untuk belajar logo, melainkan hanya bermain chatting. Melihat keseharian beliau yang seperti itu, membuat pemilik warnet tidak tinggal diam. Secara pelan-pelan pemilik warnet itu memotivasi Abdul Bar untuk mencoba belajar desain logo menggunakan Corel Draw. Setelah beliau belajar dan mencoba, akhirnya beliau mendapatkan penghasilan pertama sebesar $400. Seiring perjalanan waktu, Abdul  membentuk sebuah komunitas desainer logo yang ia namakan dengan REWO-REWO. Nama itu dipilih karena tiap anggotanya memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Kini Abdul Bar dan para segenap desainer lain di Kaliabu merasa terbantukan berkat adanya pekerjaan desain logo ini. Tak hanya itu, anak muda yang dulunya sering mabuk dan nongkrong di jalan sekarang sudah berkurang berkat pekerjaan ini.

Hidup dalam keterbatasan serta terlahir berbeda tak lantas membuat kita menyerah pada takdir. Berkarya dalam batas tak lantas membuat kita tersingkir, bahkan terjungkir. Cerita dari kampung desain Kaliabu, seakan membawa warna baru pada siapapun yang berusaha dan berkarya untuk mewujudkan mimpi-mimpinya.

Lebih jelasnya silahkan tonton video dibawah ini.

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: