14 Contoh dan Pengertian Alat Musik Ritmis Lengkap

Dewasa ini musik telah menjadi hiburan yang paling banyak diminati oleh berbagai kalangan, baik itu tua maupun muda. Terlepas dari adanya acara ritual atau sekedar hiburan belaka, musik diyakini telah ada semenjak zaman nenek moyang. Dan kini musik telah hadir dalam aliran yang bermacam-macam.

Dari beragam aliran itulah terbentuk sebuah alat musik yang fungsinya bermacam-macam. Berdasarkan fungsinya, alat musik dibagi dalam tiga kategori yakni ritmis, melodis dan harmonis.

Pengertian Alat Musik Ritmis

Alat musik ritmis adalah suatu alat musik yang tidak dapat menghasilkan bunyi nada-nada tertentu, tak lain hanya digunakan dalam mengiringi irama atau mengatur tempo lagu.

Contoh Alat Musik Ritmis Nusantara

Di bawah ini penjelasan beberapa alat musik ritmis yang telah tersebar di seluruh penjuru dunia. Sedikitnya ada 12 alat musik ritmis yang seringkali dimainkan hingga saat ini.

1. Kastanyet

Kastanyet

Kastanyet adalah alat musik ritmis yang biasanya digunakan sebagai pengiring irama suatu acara tarian-tarian Spayol. Kastanyet terdiri dari dua pasang kepingan kayu cekung yang bertekstur keras.

Kastanyet dimainkan dengan menggunakan dua tangan, caranya ditepuk-tepuk (seperti menjepit). Masih bingung bagaimana cara memainkannya? Simak video berikut ini.

2. Kendang

kendang

Ada istilah jika kendang ini biasa disebut juga dengan gendang, yakni suatu alat musik ritmis yang memberikan instrumen dalam gamelan Jawa maupun Sunda.

Cara memainkan kendang adalah dengan memukulnya dengan menggunakan tangan yang direnggangkan. Kendang memiliki fungsi utama sebagai pengatur irama.

Berikut ini beberapa kendang yang populer di masyarakat yaitu:

  • Ketipung atau kendang kecil
  • Kendang ciblon atau kendang menengah
  • Kendang kalih atau kendang gede (pasangan ketipung)

 

3. Tifa

Tifa

Tifa merupakan sebuah alat musik ritmis tradisional yang berasal dari tanah mutiara hitam alias Papua. Bisa dibilang alat musik ini nyaris sama dengan kendang/gendang. Baik itu dari bentuk, bahan sampai cara memainkannya.

Perbedaanya hanya terletak pada bentuknya, gendang cenderung sedikit ramping memajang. Sementara gendang cenderung lebih besar di bagian tengahnya.

Cara memainkan tifa tidak jauh berbeda dengan gendang, hanya berdiri kemudian dipukul sesuai ketukkan nada. Tifa umumnya terbuat dari dua bahan, yakni kayu dan kulit hewan.

 

4. Konga

Konga

Jika tifa memiliki ukuran yang panjang, maka konga justru lebih mirip dengan gendang. Hanya saja ukurannya yang lebih besar dan agak panjang. Konga terbuat dari kayu dan kulit hewan.

Penyangga besi diletakkan di bagian tengah agar tetap seimbang sewaktu memainkannya. Cara memainkannya hanya dipukul sesuai irama, tak perlu menggunakan alat bantu lainnya.

 

5. Rebana

Rebana

Rebana adalah kendang kecil dengan bentuknya yang bundar namun agak pipih. Pada bingkainya, terdapat sebuah lingkaran kayu yang telah dihaluskan. Sisi luarnya yang terbuat dari kulit kambing digunakan sebagai media untuk ditepuk/ dipukul dengan tangan ketika dimainkan.

Saat ini rebana terlah populer di negara-negara Asia Tenggara, seperti Brunei, Malaysia, Singapura terlebih Indonesia. Rebana umumnya digunakan sebagai pengiring irama musik arab, semisal kasidah, hadroh dan gambus.

 

6. Timpani

Timpani

Lain timpani, lain juga dengan kendang dan sejenisnya. Timpani merupakan alat musik yang tergolong dalam keluarga perkusi (semacam drum). Timpani terdiri dari kulit (kepala) yang dipasangkan pada sebuah mangkok tembaga khusus berukuran lumayan besar.

Cara memainkannya harus dengan menggunakan stik. atau biasa disebut dengan timpani mallet. Dengan timpani mallet kita dapat memukul timpani sesuai dengan irama yang kita inginkan.

Mallet timpani memiliki ujung yang dibalut dengan bola kapas bulu biri-biri Eropa bertekstur sangat lembut. Diameternya mencapat sekitar 2 cm.

 

7. Marakas

Marakas

Jika tadi kita sudah membahas beberapa alat musik yang dapat dipukul, kini saatnya membahas alat musik yang dapat dikocok atau digoyang. Marakas sebuah alat musik tradisional yang menghasilkan suara khas berupa rincik.

Di dalam marakas terdapat sekumpulan butiran kecil yang akan berbunyi apabila dikocok atau digoyang. Bisa dibilang, marakas merupakan alat musik yang masuk dalam jenis perkusi idiophones dan autophones.

Biasanya alat musik ini digunakan untuk memainkan nyanyian pantai, seakan semarak ombak dan angin laut terasa di bayang pikiran. Marakas seringkali menjadi pengiring pada musik cuba, salsa, rumba, charanga dan trova ensemble.

 

8. Simbal Tangan

Simbal Tangan

Sejak zaman kuno, entah itu zaman batu atau zaman logam. Simbal tangan telah menjadi alat musik yang juga sering dimainkan. Simbal tangan terdiri dari 2 buah lingkaran lempeng logam yang sedikit menonjol pada bagian tengahnya.

Cara memainkannya sangat mudah, cukup dengan menggesekkan atau membenturkan kedua lempengan tersebut sesuai dengan ketukkan nada. Marching band seringkali menggunakan simbla sebagai pengiring dalam musiknya.

 

9. Triangle

Triangle

Sejalan dengan namanya, triangle merupakan alat musik berbentuk segitiga yang masuk dalam kategori perkusi idiofoni. Triangle terbuat dari bahan berupa besi logam. Suara triangle dihasilkan dari pukulan stik besi yang membuat seluruh badannya saling bergetar.

 

10. Tamborin Rebana

Tamborin

Tamborin rebana adalah alat musik perkusi/ritmis dari Eropa yang dimainkan dengan cara ditabuh atau digoyangkan.

Tamborin rebana dipegang secara vertikal lalu digoyangkan dengan salah satu tangan sembari menabuh tabuhan membran kulit dengan tangan yang lain. Setelah itu suara gemerincing beserta paduan suara tabuhan akan terdengar secara bersamaan.

Tamborin rebana terdiri dari bingkai kayu berbentuk bundar, kemudian dilapisi dengan membran yang terbuat dari plastik atau kulit sapi

 

11. Drum

Drum

Drum merupakan sekelompol alat musik perkusi yang terbuat dari kulit yang sudah direntangkan. Cara memainkannya yakni dengan dipukul menggunakan stik yang terbuat dari kayu.

Alat musik ini populer dan mendunia, lantaran suaranya yang cocok digunakan untuk memainkan beberapa aliran musik modern, seperti rock, pop dan jazz.

Baca JugaTips Belajar Drum Secara Otodidak

Drum sejatinya terdiri dari beragam jenis, seperti timpani, kendang, ashiko, beduk dan lain sebagainya. Sayangnya banyak orang yang menyebut nama drum dengan istilah drum terbuat plastik buatan pabrik.

12. Cajon

Cajon

Cajon adalah suatu alat musik ritmis yang dipukul dengan kedua tangan. Bentuknya seperti box speaker, berisi kotak kayu di tiap enam sisinya. Cajon yang berkualitas tinggi umumnya menggunakan kayu maple sebagai bahan dasarnya.

Di bagian depan disisipkan beberapa snare dari gitar bass agar bunyinya menyerupai hithat pada drum. Sementara bagian belakang diberi sedikit lubang yang berfungsi sebagai tempat keluar masuknya resonansi bunyi.

Cara memainkannya pun lumayan mudah. Mula-mula pemain cajon duduk di atas alat musik tersebut, lalu dimulai dengan menepuk atau memukul telapak tangannya di bagian depan permukaan cajon dengan beberapa teknik tertentu. Seperti tone, bas, tap dan slap.

12. Guiro

Guiro

Guiro dalam sebutan lain juga disebut dengan gourd. Guiro adalah alat musik ritmis yang biasanya digunakan untuk aliran musik reggae atau perkusi Latin. Bentuknya berupa labu kering dengan beberapa garis atau torehan pada bagian kulitnya.

Cara memainkannya adalah dengan memarutkannya pada sebilah kayu. Saat ini guiro diproduksi dalam beragam modifikasi bahan. Salah satunya adalah dari logam. Namun kayu berongga adalah satu-satunya bahan yang paling banyak digunakan dalam pembuatan guiro.

13. Gong

Gong

Kita sudah tahu bahwa gong sejatinya terbuat dari bahan logam. Cara memainkan gong hanya dengan memukulnya menggunakan sebuah alat pukul yang ukurannya lumayan besar.

Tiap gong di beberapa negara selalu dibuat dengan bentuk yang berbeda-beda, hal ini menandakan bahwa gong tersebut bisa menjadi ciri khas alat musik tradisional bagi suatu negara.

Kita mengenal gamelan jawa yang mana terdapat banyak sekali beragam gong dalam memainkan instrumen tersebut, seperti pencon, kulintang dan bonang. Gong berguna sebagai pemberi tanda awal dan akhir suatu gendhing. Sehingga rasa keseimbangan akan terasa ketika kalimat lagu gendhing telah usai.

to be continue..

14. Tamborin

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: