_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"wizamisasi.com","urls":{"Home":"https://wizamisasi.com","Category":"https://wizamisasi.com/category/bisnis/","Archive":"https://wizamisasi.com/2016/12/","Post":"https://wizamisasi.com/cara-membuat-jelly-art/","Page":"https://wizamisasi.com/kontak-admin/","Attachment":"https://wizamisasi.com/cara-membuat-slime/membuat-slime-dari-bedak-bayi/","Nav_menu_item":"https://wizamisasi.com/1852/","Feedback":"https://wizamisasi.com/?post_type=feedback&p=2020"}}_ap_ufee

Ciri ciri Pantun Terlengkap Beserta Contoh dan Pengertiannya

CIRI CIRI PANTUN – Pantun dapat diartikan dengan suatu karya yang mendidik sekaligus menghibur dan menegur bagi para pelaku pantun tersebut. Selain itu, pantun juga dapat digunakan sebagai perantara mengungkap pikiran dan perasaan, karena pada hakikatnya ungkapan itu telah tersusun secara rapi dan jelas.

Tak heran apabila sebagian dari masyarakat kita menyukai pantun sebagai media candaan dalam komunikasi sehari-sehari. Terlebih jika pantun ini digunakan dalam suatu proses ritual pernikahan, seperti adat pernikahan betawi misalnya.

Pengertian Pantun

Dalam pengertian secara global, pantun merupakan sebuah karya puisi melayu lama dari Indonesia yang terdiri atas sampiran dan isi ber-rima a-b-a-b. Konon kata “pantun” merupakan hasil dari rujukan bahasa jawa kuno yakni “tuntun”. Tidak hanya mempunyai irama dan rima yang indah, namun pantun juga memiliki makna terpenting di dalamnya.

Usut punya usut, ternyata pantun bermula dari karya sastra Indonesia yang diungkapkan secara lisan, namun saat ini pantun lebih sering diungkapkan dalam bentuk tertulis daripada secara lisan. Hal ini dikarenakan seiring laju perkembangan zaman dan banyaknya sosial media yang bertebaran.

1. Pengertian Pantun Jenaka

Pantun Jenaka

m.visitvictoria.com

Pantun Jenaka merupakan sebuah pantun menghibur yang biasanya di dengarkan oleh banyak orang. Bahkan, pantun ini sempat digunakan sebagai sarana sindir-menyindir agar keakraban senantiasa terjalin selama kata-kata yang terucap tidak berlebihan/membuat tersinggung.

Contoh Pantun Jenaka:

Dimana kuang hendak bertelur
Diatas lata dirongga batu
Dimana tuan hendak tidur
Diatas dada dirongga susu

Elok berjalan kota tua
Kiri kanan berbatang sepat
Elok berbini orang tua
Perut kenyang ajaran dapat

2. Pengertian Pantun Seloka

Pantun Seloka

sites.google.com

Pantun seloka merupakan sejenis pantun berkait yang terdiri atas lebih dari 1 bait. Hal ini dikarenakan pantun seloka merupakan bagian/jalinan atas beberapa bait. Dari beberapa kata bait itulah sehingga pantun ini memiliki sebutan lain yakni pantun berkait.

Contoh Pantun Seloka:

Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan

Kayu jati bertimbal jalan,
Turun angin patahlah dahan
Ibu mati bapak berjalan,
Ke mana untung diserahkan.

3. Pengertian Pantun Agama

Pantun Agama

infostormer.com

Pantun agama merupakan pantun yang berisi kalimat wejangan atau suatu pemahaman yang berkaitan khusus dengan hukum agama. Pantun agama biasanya mengandung nasehat pedoman sesuai dengan kaidah yang ada dalam agama.

Contoh Pantun Agama:

Buat apa berbaju batik kalau tidak pake selendang
Buat apa berwajah cantik kalau tidak rajin sembahyang

Pergi ke pantai membawa tikar
Harus permisi pada orangtua
Anak baik dan anak pintar
Pasti disayang oleh semua

4. Pengertian Pantun Nasehat

Pantun Nasehat

petercasey.ie

Pantun nasehat merupakan salah satu dari jenis pantun penuntun yang mengandung beberapa pesan moral yang sarat akan nilai-nilai luhur, baik dari budaya, norma sosial sampai dengan agama. Dengan pantun nasehat, nilai-nilai luhur dapat diajarkan ke tengah masyarakat agar dapat diwariskan secara turun temurun ke anak cucunya.

Contoh Pantun Nasehat:

Anak elang jatuh ke rawa
Ditolong oleh menjangan rusa
Kasih dan sayang orang tua
Selalu ada sepanjang masa

Hari rabu memetik kelapa
Airnya segar hilang dahaga
Hormati Ibu juga Bapak
Agar kelak masuk surga

5. Pengertian Pantun Karmina

Pantun Karmina

elfm.co.uk

Pantun karmina atau biasa disebut dengan pantun kilat, merupakan salah satu jenis pantun singkat yang berisi 2 baris saja. Sedangkan, umumnya pantun biasa berjumlah 4 barus. Pantun karmina mempunyai pola a-a.

Contoh Pantun Karmina:

Sudah gaharu cendana pula
Sudah tahu tanya pula

Kura-kura dalam perahu
Pura-pura tidak tahu

Ciri-ciri Pantun

Umumnya, setiap pantun memiliki ciri khas tersendiri, seperti yang tertera pada ciri-ciri pantun berikut ini.

  • Setiap pantun memiliki bait yang tersusun oleh beberapa baris. Umumnya satu bait terdiri atas empat baris.
  • Tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata
  • Tiap baris terdiri atas 4 sampai 6 kata
  • Tiap bait pantun mengandung sampiran dan isi. Baris pertama dan kedua berupa sampiran, sedangkan baris ke-3 dan ke-4 berupa isi. (Meskipun sampiran tidak berkaitan secara langsung dengan isi, namun ada baiknya jika beberapa kata pada sampiran tersebut berupa cerminan dari isi yang akan disampaikan)
  • Pantun bersajak a-a-a-a atau lebih umumnya a-b-a-b (tidak diperkenankan berssajak a-a-b-b atau sajak lainnya)

1. Bait pantun, terdiri atas 4 baris
2. Sampiran

Bunga kenanga di atas kubur
Pucuk sari pandan Jawa
Apa guna sombong dan takabur
Rusak hati badan binasa

Baris pertama dan kedua dalam pantun diatas disebut dengan sampiran. Berfungsi sebagai pembentuk nada atau rima. Ciri khas dari pantun melayu yakni memiliki hubungan dengan alam sekitar. Biasanya sampiran tidak mempunyai makna khusus. Terkadang sampirannya mengandung makna terselip dalam pantun-pantun tertentu.

3. Isi Pantun

Baris ketiga dan keempat merupakan bagian isi atau pesan yang akan disampaikan. Seperti pada pantun diatas yang berisi pesan bahwasanya kita dilarang untuk bersikap angkuh, sombong dan arogan. Karena sifat tersebut dapat mengeruhkan hati dan membuat kita semakin dibenci.

4. Jumlah Kata dalam Pantun

Seperti yang telah kita pelajari diatas bahwasanya satu baris memiliki 4 hingga 6 kata.

Tak jarang ada pula pantun yang memiliki lebih dari 4 kata. Meskipun begitu, umumnya satu baris dalam pantun memang hanya 4 kata.

5. Jumlah Suku Kata

Batas rentang suku kata dalam satu baris harusnya terdiri dari 8 sampai 12 suku kata. Seperti pantun diatas yang sudah saya lengkapi dengan jumlah rentang suku katanya.

Lantas bagaimana jika suku katanya kurang atau malah lebih dari jumlah tersebut? Hampir dipastikan akan merusak nada atau rima dari pantun diatas.

6. Pola atau Sajak Pantun

Secara umum pantun memiliki dua jenis saja, yaitu a-a-a-a atau a-b-a-b.

Contoh pantun pola a-a-a-a

Tanam bonsai faritat terbaru
Diberi pupuk daunnya biru
Bila nonton selesai harap tidur buru-buru
Biar gak digigit nyamuk tidurnya pakai kelambu

Pantun di atas memiliki pola a-a-a-a karena suku kata akhirnya sama, berbunyi u -> terbaru, biru, buru-buru, kelambu.

Contoh pantun pola a-b-a-b

Orang buta jalan dituntun
Yang menuntun si kabayan
Mari kita bermain pantun
Melepas lelah seharian

Pantun di atas memiliki pola a-b-a-b karena akhiran baris pertama (a) sama dengan barisan ketiga (a). Bunyi akhir dari baris kedua (b) sama dengan bunyi akhir barisan baris keempat (b)

Lebih jelasnya..

Baris pertama : dituntun (pola a)
Baris kedua : kabayan (pola b)
Baris ketiga : pantun (pola a)
Baris keempat : seharian (pola b)

 

Macam Macam Pantun

Berdasarkan siklus kehidupan atau usia, macam-macam pantun dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu:

1. Pantun Anak-anak

Contoh Pantun Anak-anak

pantunseribu.blogspot.com

Pantun Anak-anak adalah sebuah pantun yang berkaitan dengan kehidupan masa kanak-kanak. Biasanya pantun ini sering digambarkan dengan makna suka cita maupun duka cita.

2. Pantun Remaja

Contoh Pantun Remaja

kumpulanpuisidanpantunterbaru.blogspot.com

Yakni sebuah pantun yang berkaitan dengan kehidupan masa muda. Biasanya, pantun remaja mengandung makna perkenalan, asmara, perasaan hingga rumah tangga.

3. Pantun Dewasa

Contoh Pantun Dewasa

tipsserbaserbi.blogspot.co.id

Yakni sebuah pantun yang berkaitan dengan kehidupan orang tua. Umumnya pantun ini mengutip hal-hal yang berbau nasihat, adat budaya hingga agama.

One Response

  1. lianny hendrawati 10 Desember 2015

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: