_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"wizamisasi.com","urls":{"Home":"https://wizamisasi.com","Category":"https://wizamisasi.com/category/bisnis/","Archive":"https://wizamisasi.com/2016/12/","Post":"https://wizamisasi.com/cara-membuat-jelly-art/","Page":"https://wizamisasi.com/kontak-admin/","Attachment":"https://wizamisasi.com/cara-membuat-slime/membuat-slime-dari-bedak-bayi/","Nav_menu_item":"https://wizamisasi.com/1852/","Feedback":"https://wizamisasi.com/?post_type=feedback&p=2020"}}_ap_ufee

Cara Mencampur Ransum Alternatif untuk Pakan Bebek Petelur

Akhir-akhir ini berbagai pakan itik khas pabrikan mulai banyak dijual di beberapa toko makanan ternak terdekat. Sedikitnya ada 3 jenis pakan itik tersebut, yaitu pakan starter bagi itik yang masih kecil/anak; pakan grower untuk itik dewasa dan itik dara; kemudian berlanjut kepada itik dewasa yang telah bertelur dengan menggunakan pakan layer.

Munculnya pakan ternak pabrikan tentu saja sangat memudahkan peternak bebek. Hal ini terkait dengan kandungan gizi yang ada dalam pakan tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan ternak. Akan tetapi, di lain sisi pemberian pakan pabrikan dapat dipastikan memerlukan biaya tambahan yang bisa dibilang lumayan banyak.

Pakan pabrikan akan menjadi lebih hemat dan efisien jika itik yang diternakkan berjumlah sebanyak 1.000 ekor sebab tersebut dapat digunakan untuk menutupi biaya produksi yang tinggi. Berbeda halnya bla itik yng diternakkan sedikit, dapat dipastikan pakan pabrikan tersebut menjadi kurang efisien karena harganya yang terlalu jika dibli secara eceran.

Kiat Mencari Bahan Pakan Alternatif

Hampir setiap peternak itik menginginkan efisiensi biaya pengeluaran dalam berternak. Oleh karena itu, salah satu yang bisa digunakan adalah membuat pakan ternak sendiri dengan memanfaatkan bahan alternatif.

Dengan syarat kriteria bahannya sidah tersedia di daerah setempat, mempunyai nilai gizi tinggi serta dan harganya dapat dijangkau. Tiap kriteria tersebut harus terpenuhi, sia-sia menggunakan pakan alternatif
apabila harga pakan semakin mahal. Terlebih lagi jika harganya murah namun kandungan nutrisi pada itik belum bisa terpenuhi dengan sempurna.

Bahan baku yang bisa digunakan untuk membuat pakan itik, yaitu dedak padi/bekatul, bungkil kedelai, ampas tahu, sorgum, menir dan bungkil kelapa. Ransum bisa juga dipadukan dengan bahan alternatif berprotein hewani seperti bekicot rebus, cangkang udang, ikan rucah, keong, yuyu dan kupang.

Contoh Perhitungan Campuran Ransum Sederhana

Sebelum meramu ransum, hal pertama yang harus dipahami adalah beberapa kebutuhan nutrisi yang harus dicukupi. Kebutuhan nutrisi itik memiliki beberapa perbedaan pada tiap tingkatan umur. Ada juga perbedaan kebutuhan nutrisi itik dari setiap penelitian yang telah dipraktekan.

Misal, jika kita akan membuat 100 kg ransum bebek petelur dengan kandungan Protein Kasar sebannyak 18%. Terlihat pada tabel diatas bahwa dedak mempunyai PK 11% dengan penggunaan maksimal 40%.

Berarti, dalam pembuatan 100 kg pakan maka setidaknya dibutuhkan 40 kg dedak. Dengan begitu, kandungan protein 40 kg berjumlah 40 x 11 = 4,4%

Untuk melengkapi 100 kg  pakan bebek petelur, berarti diperlukan 60 kg tambahan pakan lain dengan kekurangan PK yakni 13,6%. Sehingga kadar protein tambahan tersebut menjadi 22,6%. Kemudian berlanjut ke bahan tambahan lain berupa jagung kuning mengandung PK 8% disusul dengan tepung ikan PK 50%.

Contoh Ransum Alternatif yang Digunakan Peternak Kab. Tegal dan Mojokerto

Komposisi ransum itim yang dipakai adalah dua bagian dedak, empang cangkang udang basa dan dua bagian nasi kering atau nasi aking. Jika masih dirasa kesulitan, cangkang udang basah bisa disubtitusikan dengan satu bagian rebon kering atau cangkang beserta daging udang yang sudah dihaluskan. Berdasarkan pengalaman peternak bebek, mereka menggunakan pakan yang dipadukan dengan cangkang udang basah agar bebek mereka dapat berproduksi sekitar 80 sampai 90%.

Lain halnya dengan seorang peternak di Kab. Mojokerto. Ia menngkomposisikan ransum dengan 15 kg dedak padi, 3 kg konsentrat dan 2 kg jagung yang digiling secara kasar. Kemudian pakan bebek petelur tersebut diberikan secara teratur 3 kalo sehari (pagi,siang dan sore). Pada siang hari, ransum tersebut dipadukan dengan cincangan sayur seperti batang pohon pisang atau kangkung. Hal ini dilakukan agar pencernaan itik semakin lancar. Setidaknya diperlukan 2 sampai 4 kilogram ransum untuk 100 ekor bebek petelur.

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: