Penyebab Kerusakan Alam Lingkungan Hidup Beserta Pengertiannnya

Ad Blocker Detected

Mohon Non-Aktifkan Ad Blocker Demi Perawatan dan Penambahan Konten Secara Berkala Dalam Situs Ini. Atas Perhatiannya Terima Kasih :)

KERUSAKAN ALAM LINGKUNGAN HIDUPĀ – Seiring perkembangan zaman, tingkat ancaman kerusakan alam lingkungan hidup manusia kian bertambah parah. Maka tak heran jika macam-macam bencana alam pun juga turut bermunculan. Terdapat dua faktor yang menjadi penyebab terjadinya kerusakan alam dan lingkungan hidup. Pertama, akibat ulah manusia. Kedua, berasal dari fenomena atau peristiwa alam itu sendiri.

Pengertian Kerusakan Alam Lingkungan Hidup

Pengertian Kerusakan Alam Lingkungan Hidup

Kerusakan alam lingkungan hidup merupakan penurunan mutu lingkungan yang diikuti dengan lenyapnya sumber daya. Baik itu berasal dari air, udara maupun tanah. Sehingga menyebabkan ekosistem fauna liar menjadi terancam punah.

Perserikatan Bangsa-Bangsa atau disingkat dengan PBB, meresmikan sebuah peringatan dari High Level Threat Panel bahwa kerusakan lingkungan termasuk ke dalam salah satu dari sepuluh ancaman bagi keberlangsungan kehidupan manusia.

Bahkan, pada tanggal 1 Mei 1998 Bank Dunia berserta UNDP (United Nations Development Programme) , The World Resources Institute (WRI) dan UNEP (United Nations Environment Programme) sudah memberitahukan betapa pentingnya menjaga lingkungan karena berhubungan dengan kesehatan manusia.

Tahun 2012 lalu, The Nature Conservancy (TNC), United Nations University Institute for Environment and Human Security (UNU-EHS) dan German Alliance for Development Works (Alliance) merilis World Risk Report yang berisi bahwa kerusakan alam lingkungan hidup juga bisa menjadi sebuah faktor penting untuk memastikan seberapa besar tingkat resika bencana di suatu wilayah.

Penyebab Kerusakan Alam Lingkungan Hidup

Penyebab Kerusakan Alam Lingkungan Hidup

Secara umum, penyebab kerusakan alam lingkungan hidup dikelompokkan menjadi dua sebab, yakni akibat tangan manusia serta dari peristiwa alam.

Banjir, tanah longsor, abrasi, gempa bumi, gunung meletus dan sebagainya adalah beberapa contoh bencana alam yang selalu dialami oleh penduduk bumi tiap tahunnya.

Tidak hanya menelan korban jiwa, beberapa bencana tersebut juga menjadi penyebab kerusakan alam lingkungan hidup manusia beserta hewan-hewan lainnya. Oleh karena itu, sudah seharusnya jika manusia mampu mencegah dan menanggulangi terjadinya bencana alam.

Di bawah ini terdapat beberapa data terkait meningkatnya angka kerusakan lingkungan di Indonesia yang disebabkan oleh kegiatan manusia:

  • Sedikitnya ada ratusan hewan beserta tumbuhan langka di Indonesia sedang terancam punah. Berdasarkan data dari IUCN Redlist, sejumlah 76 spesies hewan di Indonesia beserta 127 tumbuhannya sedang berada pada status rawan punah.
  • Kerusakan juga dialami pada 30% dari 2,5 juta hektar terumbu karang di lautan lepas Indonesia. Apabila terus menerus dibiarkan, kerusakan pada terumbu karang akan mengakibatkan naiknya resiko bencana di daerah pesisir, produksi perikanan laut berkurang dan keanekaragaman hayati pada laut juga terancam punah.
  • Penggundulan hutan masih berjalan hingga mencapai 1,8 juta hektar/tahun. Hal ini berakibat pada hilangnya hutan Indonesia sebanyak 21% dari total 133 juta hektar. Penggundulan hutan mengakibatkan tumbuhan langka di Indonesia, naiknya peristiwa bencana alam dan turunnya mutu lingkungan.
  • Pencemaran udara, air, tanah dan laut kian meningkat. Kita masih ingat bahwa huffingtonpost.com pernah menobatkan Indonesia sebagai pemiliki Sungai Paling Tercemar di Dunia. Yaps, mana lagi kalau bukan Sungai Citarum. Bahkan World Bank pun memposisikan Jakarta selaku kota dengan tingkat polutan tertinggi ketiga di bawah Beijing, New Delhi dan Meksiko.

Terkait:

Kerusakan Alam Lingkungan Hidup Paling Parah Indonesia

Kerusakan Alam Lingkungan Hidup Paling Parah Indonesia

Jika dihitung secara menyeluruh, sebetulnya banyak sekali kerusakan lingkungan hidup di negara ini. Baik yang sedang berlangsung maupun yang sudah terjadi.

Diawali dari kerusakan pada ekosistem laut dan hutan. Kerusakan yang berlanjut tanpa dibenahi sama sekali akan memicu terjadinya bencana alam berupa banjir dan tanah longsor. Tentu saja kita tidak menginginkan hal itu terjadi bukan?

Di Indonesia kerusakan-kerusakan tersebut masih saja terjadi. Berdasarkan survei, berikut ini beberapa kerusakan terbesar dan terparah yang terjadi di Indonesia.

1. Aktifitas Penambangan PT. Freeport di Provinsi Papua

Aktifitas Penambangan PT. Freeport di Provinsi Papua

PT. Freeport telah memulai usahanya 48 tahun silam, tepatnya sejak tahun 1967. Hingga saat ini perusahaan ini pun kian berjaya dalam mengeruk emas di bumi pertiwi.

Aktifitas ekonomi dan bisnis di PT. Freeport telah memberikan kenaikan finansial yang dinilai begitu besar bagi perusahaan asing tersebut. Sayangnya keuntungan besar yang diperoleh ternyata tidak bertimbal balik dalam memberikan manfaat optimal pada negara. Khususnya di wilayah Papua maupun masyarakat sekitar.

Hal ini terbukti disaat PT. Freeport membuang tailing berkategori limbah B3 (Bahan Beracun Berbahaya) ke Sungai Ajkwa. Hingga akhirnya limbah tersebut kini sudah mencapai sekitar peisisir Laut Arafura.

Usut punya usut, tailing yang dibuang oleh PT. Freeport tersebut melebihi ketentuan atau baku mutu Total Suspend Solid (TSS) yang diizinkan berdasarkan UU Indonesia.

Sehingga limbah PT. Freeport tersebut telah mengotori perairan muara sungai Ajkwa. Kemudian meracuni sebagian besar makhluk-makhluk hidup karena besarnya air asam tambang yang terkandung.

Berlanjut kalo udah pejwan …

Leave a Reply