Kenapa Auto Followers Instagram Begitu Digemari Remaja Indonesia?

Ad Blocker Detected

Mohon Non-Aktifkan Ad Blocker Demi Perawatan dan Penambahan Konten Secara Berkala Dalam Situs Ini. Atas Perhatiannya Terima Kasih :)

 

Kepopuleran media sosial Instagram telah menghipnotis semua kalangan di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Mengapa? Karena pasar smartphone begitu besar dan diminati di negeri ini, angka tersebut pun berbading lurus dengan penggunaan sosial media seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Jadi tak perlu heran mengapa peran dari sebuah sosial media sekarang seperti layaknya “kebutuhan pokok” bagi mereka kaum urban. Selain untuk mengikuti trend, penggunaan sosial media juga dimanfaatkan oleh pelaku bisnis sebagai ladang tempat mereka promosi.

Memang, pada awalnya sosial media diciptakan sebagai sarana komunikasi dan interaksi dalam suatu komunitas  atau personal di internet, namun justru sekarang sosial media telah berubah fungsi sebagai ajang adu gengsi. Tolak ukur dari sebuah kepopularitasan di media sosial adalah dari berapa banyaknya jumlah followers atau subscriber mereka, maka itu tak perlu heran mengapa penggunaan aplikasi auto followers Instagram begitu digemari oleh para remaja.

Jumlah likes dalam suatu postingan juga menjadi bahan acuan kepopuleran suatu akun, karena itulah banyak orang-orang yang membuat konten foto maupun video agar menjadi viral. Menjadi viral dan tenar di sosial media bukanlah hal yang mudah, tapi hasilnya cukup menjanjikan jika hal tersebut terjadi. Masih ingatkah kalian dengan kepopuleran Shinta dan Jojo saat cover lagu “Keong Racun” atau joget Indianya aparat kepolisian Briptu Norman? Mereka yang populer di sosial media juga dapat populer di dunia nyata, hingga diundang tampil di televisi. Contoh mereka yang mendunia karena sosial media adalah Justin Bieber.

 

Bicara soal Instagram, kami akan membahas sekilas apa itu Instagram? Instagram adalah sebuah aplikasi berbagi foto yang awalnya hanya digunakan untuk sekitar kampus, hingga akhirnya menjadi populer dan merajai unduhan di iTunes pada tahun 2011.  Namun seiring perkembangan waktu Kevin Systrom menyetujui akuisisi Instagram untuk bergabung dengan manajemen Facebook yang dipawangi oleh Mark Mark Zuckerberg, Instagram dibeli seharga $500 juta. Dan sekarang Instagram telah berkembang jauh lebih pesat di tangan Mark Mark Zuckerberg, lengkap dengan fitur video, insta story, dan live streaming.

Lantas Apakah Penggunaan Auto Followers Instagram Adalah Pilihan Tepat?

Ya, jika situs tersebut terpercaya dan telah populer di kalangan para pengguna sosial media. Tidak, jika situs tersebut hanya akan membuat spam, bahkan dapat mengambil alih akun sosial meida milik Anda. Contoh auto followers yang kami rekomendasikan adalah dari Kodokoala Media, selain menyediakan jasa followers Instagram, Twitter, Facebook, dll. Kodokoala Media juga memiliki aplikasi auto followers yang aman dan terpercaya bagi para penggunanya, Anda bisa mencarinya di Google.

Tak menutup kemungkinan jika Instagram dapat berkembang lebih pesat dibanding sekarang. Bukan hanya karena dikelola oleh Facebook, minat dan atusias yang besar turut mengiringi meledaknya pengguna Instagram. Hingga saat ini Indonesia tercatat sebagai penguna Instagram terbesar se-Asia Pasific pada tahun 2017, ini menjadi petanda panjang umurnya aplikasi Instagram, mengingat kakaknya (Facebook) juga begitu digemari di negeri ini.

Semoga artikel ini dapat menambah wawasan Anda dalam bersosial media. Ingat! Gunakanlah media sosial dengan bijak, bukan hanya menjadi ajang untuk adu popularitas dan memamerkan gaya hidup, tapi berbagilah sesuatu yang dapat bermanfaat bagi khalayak. Kami tetap menyarankan Anda selalu hati-hati dan waspada jika ingin menggunakan aplikasi auto followers di luar aplikasi yang telah kami rekomendasikan, salam.

Leave a Reply